Split (2017)
February 21, 2017
Kalau mencari film yang mirip-mirip A Beautiful Mind atau A-plot-twister-shiver-ending Shutter Island mungkin ini bukan film yang tepat, walaupun semuanya punya
premis yang sama: cerita mengenai orang-orang yang mengidap masalah kepribadian
ganda, kekalutan dan gangguan secara psikologis.
Seperti Natalie Portman dalam Black Swan, disini James
McAvoy (Kevin) dengan canggihnya memerankan beberapa karakter sekaligus dan men-deliver-nya dengan smooth ke layar. Mulai dari karakter Dennis yang super eye candy namun dingin tapi juga super
ribet karena hygiene freaks; Patricia, yang kalau menurut gue kayak nanny-nanny gitu;
Barry, disainer luwes yang easy going; and the super adorable one, the nine
years old boy trapped in an adult body, Hedwig. Konyol gitu deh pas bilang dia fan Kanye West dan joget-joget
tolol di kamarnya. Dengan total 23 kepribadian dalam satu raga, cuman beberapa
yang ditampilkan, dan tiap karakternya Kevin bikin video jurnal ala-ala vlog, awkarin
banget. But there’s 24th and final personality to arrive, "The
Beast."
Di awal sih sepertinya sudah lumayan intense, cuman buat gue
pribadi masih ‘ngambang’, ngawang-ngawang. Entah karena gue emang nggak fokus awalnya atau nggak nangkep aja. Dari cerita, didukung plot campur aduk (ada bagian-bagian flashback salah satu pemain pendukungnya) dan juga beberapa scene yang terkadang horror, seketika menjadi psychological thriller yang lumayan
menghibur. Setting tempatnya juga sederhana. Kayak 80% adegannya dilakukan di dalam rumah, hemat.
Thriller-nya memang nggak seapik dan sedapet Don’t Breathe yang sukses bikin
nggak bisa pacaran di dalem studio, kalau mau pacaran nonton Tiga Dara aja
sana. Thriller-nya juga baru kerasa di belakang.
Kembali ke tabiat awal sang produser dan sutradara yang juga
penulis ceritanya, seorang Shyamalan menutup filmnya dengan meninggalkan banyak
pertanyaan untuk penonton.
Film psikosa seperti ini adalah tipe film dengan tema yang lumayan challenging untuk semua pihak yang terlibat di dalam pembuatan dan produksinya.
Untuk pemainnya ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mendalami peran yang
tidak biasa dan menunjukkan kemampuan aktingnya. Bagi sutradaranya, ini
tantangan untuk menghasilkan karya visual disertai detail narasi dalam pengeksplorasian
gejala psikologis. Dan tentu untuk penonton seperti kita-kita ini, film bertema
psikosa menjadi jendela bagi kita untuk lebih peka pada mereka yang mengidap gangguan psikologis. A personal experience, pelajaran dan pengetahuan, bukan hanya sekedar hiburan cerita dan visual semata.
For me James McAvoy's performance is impressive, inhabiting a
slew of distinct characters all under. What a saving grace, nafas dari film ini. Dan Anya Taylor-Joy (Casey) disini juga bagus dan cuanteeeek banget, huhuhu.
Jadi kira-kira dibayar berapa ya masnya untuk memerankan si Kevin Ce-es ini? Dibayar terpisah atau paket-an?
Split (2017)
Ndymeter: 7.5/10



0 comment